29 Desember 2011

NABI ISA ADALAH PUTRA MARYAM

Nabi Isa AS atau orang nasrani menyebutnya YESUS adalah putra Maryam  yang diutus oleh Alloh SWT  menjadi Rosul /Nabi  untuk menyampaikan risalah / wahyu yang diberikan oleh Alloh berupa kitab Injil / agama Nasrani untuk disampaikan kepada kaumnya / ummatnya pada waktu itu, untuk dilaksanakan ( berlakunya ajaran Nabi Isa / agama Nasrani hanya pada zamannya ) , jadi Nabi Isa AS atau yang sekarang disebut orang nasrani Yesus adalah putra maryam bukan Putra Alloh SWT. Hal ini disebutkan dalam kitab suci Al Quran surat Al-Hadid ayat 27 yang berbunyi :

ثُمَّ قَفَّيْنَا عَلَى آثَارِهِم بِرُسُلِنَا وَقَفَّيْنَا بِعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ وَآتَيْنَاهُ الْإِنجِيلَ وَجَعَلْنَا فِي قُلُوبِ الَّذِينَ اتَّبَعُوهُ رَأْفَةً وَرَحْمَةً وَرَهْبَانِيَّةً ابْتَدَعُوهَا مَا كَتَبْنَاهَا عَلَيْهِمْ إِلَّا ابْتِغَاء رِضْوَانِ اللَّهِ فَمَا رَعَوْهَا حَقَّ رِعَايَتِ؇َا فَآتَيْنَا الَّذِينَ آمَنُوا مِنْهُمْ أَجْرَهُمْ وَكَثِيرٌ مِّنْهُمْ فَاسِقُونَ ﴿٢٧
Kemudian Kami iringkan di belakang mereka rasul-rasul Kami dan Kami iringkan (pula) Isa putra Maryam; dan Kami berikan kepadanya Injil dan Kami jadikan dalam hati orang-orang yang mengikutinya rasa santun dan kasih sayang. Dan mereka mengada-adakan rahbaniyyah padahal Kami tidak mewajibkannya kepada mereka tetapi (mereka sendirilah yang mengada-adakannya) untuk mencari keridhaan Allah, lalu mereka tidaj memeliharanya dengan pemeliharaan yang semestinya. Maka Kami berikan kepada orang-orang yang beriman di antara mereka pahalanya dan banyak di antara mereka orang-orang fasik.

Dan didalam Al Quran surat Al Ikhlas ayat 3 yang berbunyi :
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ﴿٣
Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan,
Jadi  Alloh tidak beranak karena tiada yang menyamai-Nya dan tiada pula mempunyai anak karena mustahil hal ini terjadi bagi-Nya. Jadi jelas bahwa Yesus atau Nabi Isa bukan putra Tuhan / Alloh, nabi Isa atau Yesus adalah manusia biasa yang diutus oleh Alloh dimuka bumi ini untuk menyampaikan wahyunNya berupa kitab injil ( agama Nasrani ).




28 Desember 2011

COBAAN ITU DATANGNYA DARI ALLOH SWT

Setiap manusia pasti dicoba / diuji oleh Alloh SWT , ujian tersebut ada kalanya menyenangkan dan banyak pulah yang tidak menyenangkan. Cobaan atau ujian tersebut ada tidak lain untuk meningkatkan kwalitas iman, taqwa dan derajat seseorang dihadirat Alloh SWT, dan cobaan seberat apapun itu tidak akan melebihi batas kemampuan seseorang, hal ini disampaikan didalam Al Quran surat Al Baqoroh ayat 286 yang berbunyi :
لاَ يُكَلِّفُ اللّهُ نَفْساً إِلاَّ وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا إِن نَّسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْراً كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنتَ مَوْلاَنَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ ﴿٢٨٦
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo`a): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma`aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir".

24 Desember 2011

PEMIMPIN MENURUT PANDANGAN ISLAM

Didalam Al Quran surat Al Maidah ayat 51 disebutkan :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَتَّخِذُواْ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاء بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاء بَعْضٍ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللّهَ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ ﴿٥١

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.