13 September 2010

Kewajiban Sholat Bagi Orang Islam.

Kewajiban Sholat Bagi Orang Islam.


Orang islam diwajibkan mengerjakan Sholat sehari semalam 5 kali yaitu : Sholat subuh ( dua rokaat ), Sholat zhuhur (empat rokaat ), sholat ashar (empat rokaat), sholat maghrib (tiga rokaat) dan sholat isya’(empat rokaat). Sholat pada prinsipnya terbagi menjadi dua bagian : Sholat wajib dan Sholat sunnah.
Sholat wajib adalah sholat yang harus dikerjakan oleh orang islam dewasa dan berakal sehat, dan tidak boleh ditinggalkan dengan alasan apapun dan apabila ditinggalkan berdosa, sedangkan sholat sunnah dianjurkan untuk dikerjakan supaya mendapat pahala dan apabila tidak dikerjakan tidak berdosa.


Mengenai waktu sholat :
Firman Alloh SWT :


اِنَّ الصَّلَوةَ كَا نَتْ عَلَى الْمُؤمِنِيْنَ كِتَبًا مَوْقُوْتَا ( النساء : 103


Sesungguhnya sholat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-oranyang beriman.(an-Nisa’ 103)


Mengerjakan sholat fardhu yang baik adalah diawal waktu sesuai dengan hadits Nabi SAW


اَلصَّلاَةُلأَِوَّلِ مِيْقَاتِهَا


Sholatlah pada permulaan waktu ( Muttafaq ‘Alaih )


Waktu waktu yang dilarang untuk mengerjakan sholat ada tiga : waktu ketika terbit matahari, ketika matahari terbenam dan waktu antara sehabis sholat subuh hingga matahari terbit.
Ø Tujuh buah sifat yang menjadikan orang-orang mu’min beruntung sesuai firman Alloh dalam surat almu’minuun ;
1. Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,
2. (yaitu) orang-orang yang khusyu` dalam shalatnya,
3. dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna,
4. dan orang-orang yang menunaikan zakat,
5. dan orang-orang yang menjaga kemaluannya,
6. kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.
7. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.
8. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya,
9. dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya.
10. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi,
11. (ya`ni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.
Ø Penjelasan ayat 1 sampai ayat 11 adalah sebagai berikut :
1. (Sesungguhnya) lafal Qad di sini menunjukkan makna Tahqiq, artinya sungguh telah pasti (beruntunglah) berbahagialah (orang-orang yang beriman).
2. (Yaitu orang-orang yang khusyuk dalam salatnya) dengan merendahkan diri penuh perasaan kepada Allah.
3. (Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari hal yang tiada berguna) berupa perkataan dan hal-hal lainnya.
4. (Dan orang-orang yang terhadap zakat mereka menunaikannya) membayarnya.
5. (Dan orang-orang yang terhadap kemaluannya mereka selalu memeliharanya) dari yang diharamkan.
6. (Kecuali terhadap istri-istri mereka) (atau terhadap budak yang mereka miliki) yakni hamba sahaya wanita yang mereka tawan dari peperangan (maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela) bila mereka mendatanginya.
7. (Barang siapa menginginkan yang selain itu) selain istri-istri sendiri dan sahaya wanita tawanan mereka untuk pelampiasan hajat biologisnya, seumpamanya melakukan masturbasi (maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas) yakni melampaui batas halal dan melakukan hal-hal yang diharamkan bagi mereka.
8. (Dan orang-orang yang terhadap amanat yang dipercayakan kepada mereka) dapat dibaca secara jamak dan mufrad, yakni Amaanaatihim dan Amaanatihim (dan janji mereka) yang mereka adakan di antara sesama mereka atau antara mereka dengan Allah, seperti salat dan lain-lainnya (mereka memeliharanya) benar-benar menjaganya.
9. (Dan orang-orang yang terhadap salat mereka) dapat dibaca dalam bentuk jamak dan mufrad, yakni Shalawaatihim dan shalaatihim (mereka memeliharanya) mereka mengerjakannya tepat pada waktu-waktunya.
10. (Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi) bukan selain mereka.
11. (Yakni yang akan mewarisi surga Firdaus) yaitu surga yang tempatnya paling tinggi. (Mereka kekal di dalamnya) di dalam ayat-ayat yang telah lalu terkandung isyarat yang menunjukkan tempat kembali di akhirat. Hal ini sangat relevan bila disebutkan hal-hal yang menyangkut masalah permulaan atau asal kejadian, sesudah pembahasan tadi.
Setelah kita telaah firman Alloh tersebut diatas, maka kalau kita ingin selamat di dunia dan akhirat nanti maka kita harus :
1. Khusyu` dalam shalatnya
2. Menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna
3. Menunaikan zakat,
4. Menjaga kemaluannya,
5. Tidak berbuat sesuatu yang diharamkan
6. Memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya
7. Memelihara sembahyangnya
Apabila kita bisa menjalankan 7 hal tersebut diatas dengan baik maka kita akan memperoleh kebahagian diakhirat nanti yaitu balasan dari Alloh SWT berupa Surga Firdaus yaitu surga yang tempatnya paling tinggi, mereka kekal didalamnya.
Mengerjakan Sholat tidak sekedar melakukan kewajiban bagi setiap muslim, tetapi merupakan kebutuhan sehari hari / kebutuhan rohani maupun jasmani kita, karena dengan mengerjakan sholat yang benar akan menyebabkan kita menjadi sehat jasmani dan rohani. Kalau dilihat gerakan dari sholat menurut analisa medis banyak segi manfaatnya bagi tubuh kita, suatu contoh sujud dalam sholat ternyata sangat baik bagi otak kita, karena pada waktu sujud, dahi ditempelkan kelantai / posisi kepala lebih rendah dari tubuh kita yang lain, maka akan berakibat darah akan mengalir ke syaraf-syaraf otak sehingga akan menyehatkan syaraf-syaraf yang ada di kepala kita.
Dari segi rochani, bacaan – bacaan sholat itu mengandung janji dan do’a – do’a kepada sang pencipta yang maha kuasa yaitu Alooh SWT yang mana didalamnya mengandung do’a keselamatan, kesehatan, rizki, kesabaran, dll, hal ini sesuai dengan firman Alloh dalam surat Al Ankabut ayat 45
45. Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Qur'an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Ø Pengertian dari ayat tersebut adalah sebagai berikut:
(Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Alkitab) kitab Alquran (dan dirikanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar) menurut syariat seharusnya salat menjadi benteng bagi seseorang dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar, selagi ia benar-benar mengerjakannya. (Dan sesungguhnya mengingat Allah adalah lebih besar keutamaannya) daripada ibadah-ibadah dan amal-amal ketaatan lainnya. (Dan Allah mengetahui apa yang kalian kerjakan) maka Dia membalasnya kepada kalian.
Sholat dilihat dari segi Agama adalah merupakan tiangnya agama , jadi apabila kita meninggalkan sholat maka kita termasuk golongan orang-orang yang merobohkan agama.
Ancaman orang-orang yang melalaikan sholat sangat berat hukumannya sesuai firman Alloh dalam Al Qur’an surat Al Ma’un:
1. Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?
2. Itulah orang yang menghardik anak yatim,
3. dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.
4. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat,
5. (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya,
6. orang-orang yang berbuat riya.
7. dan enggan (menolong dengan) barang berguna.
Ø Penjelasan ayat-ayat tersebut adalah sebagai berikut:

1. (Tahukah kamu orang yang mendustakan hari pembalasan?) atau adanya hari hisab dan hari pembalasan amal perbuatan. Maksudnya apakah kamu mengetahui orang itu? Jika kamu belum mengetahui:
2. (Maka dia itulah) sesudah huruf Fa ditetapkan adanya lafal Huwa, artinya maka dia itulah (orang yang menghardik anak yatim) yakni menolaknya dengan keras dan tidak mau memberikan hak yang seharusnya ia terima.
3. (Dan tidak menganjurkan) dirinya atau orang lain (memberi makan orang miskin) ayat ini diturunkan berkenaan dengan orang yang bersikap demikian, yaitu Al-'Ash bin Wail atau Walid bin Mughirah.
4. (Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang salat.)
5. (Yaitu orang-orang yang lalai dari salatnya) artinya mengakhirkan salat dari waktunya.
6. (orang-orang yang berbuat ria) di dalam salatnya atau dalam hal-hal lainnya.
7. (Dan enggan menolong dengan barang yang berguna) artinya tidak mau meminjamkan barang-barang miliknya yang diperlukan orang lain; apalagi memberikannya, seperti jarum, kapak, kuali, mangkok dan sebagainya.

Ø Sejelek-jelek mahluk adalah orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang orang musyrik ,sesuai firman Alloh SWT dalam surat Al Bayyinah ayat 6 :
Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk. 006. Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.
Ø Sebaik-baikk mahluk adalah orang-orang yang beriman dan beramal sholeh, sesuai firman Alloh SWT dalam surat Al Bayyinah ayat 7 :
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.
Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga `Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepadaNya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.
Penjelasan dari ayat tersebut adalah sebagai berikut:
6. (Sesungguhnya orang-orang kafir dari ahli kitab dan orang-orang musyrik -dimasukkan- ke dalam neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya) lafal Khaalidiina menjadi Haal atau kata keterangan keadaan dari lafal yang tidak disebutkan; lengkapnya mereka telah dipastikan oleh Allah swt. untuk menjadi penghuni tetap di dalam neraka Jahanam untuk selama-lamanya. (Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.)
7. (Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh mereka itu adalah sebaik-baik makhluk) artinya makhluk yang paling baik.
8. (Balasan mereka di sisi Rabb mereka ialah surga 'Adn) sebagai tempat tinggal tetap mereka (yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah rida terhadap mereka) karena ketaatan mereka kepada-Nya (dan mereka pun rida kepada-Nya) yakni merasa puas akan pahala-Nya. (Yang demikian itu adalah balasan bagi orang yang takut kepada Rabbnya) maksudnya takut kepada siksaan-Nya, yang karena itu lalu ia berhenti dari mendurhakai-Nya.

Ø Kesimpulan dari ayat ayat tersebut diatas adalah :

v Seseorang disebut Muslim adalah apabila ia mau mendirikan Sholat dan mengerjakannya dengan khusu’
v Apabila ia mengerjakan sholat dengan khusu’ maka tiada lain balasannya adalah Surga Firdaus
v Dengan melaksanakan Sholat yang khusu’/ benar, bisa mencega/ menghindari perbuatan-perbuatan yang tercela/ perbuatan yang dilarang oleh Agama.
v Apabila kita ingin tenang/ tentram / bahagia di dunia hingga akhirat , maka kerjakanlah sholat yang khusu’.
v Kewajiban mengerjakan sholat satu hari satu malam lima kali dan waktunya sudah ditentukan.
v Orang yang mendustakan agama adalah orang yang :
ü Tidak mau peduli / menyia-nyiakan/ menterlantarkan terhadap anak yatim
ü Tidak mau peduli terhadap orang miskin
ü Melalaikan Sholat Fardhu.